Prof. Basri Hasanuddin Lantik Rektor Unhas 2018-2022

Majelis Wali Amanat menggelar Rapat Terbuka Luar Biasa untuk melantik Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA sebagai Rektor terpilih periode 2018-2022 di Baruga AP Pettarani Unhas, Jumat (27/4/2018) pukul 14.00 WITA.

Acara pelantikan ini dibuka secara resmi oleh Ketua MWA Prof. Dr. Basri Hasanuddin, MA yang didamping oleh sejumlah anggota MWA lainnya. Hadir sebagai anggota MWA antara lain Menteri Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. H. Mohammad Nasir, Ph.D, penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Dr. Soni Sumarsono, M.DM, dan lainnya.

Prosesi pelantikan Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu tersebut dilakukan secara langsung Prof Basri Hasanuddin selaku ketua MWA yang disaksikan oleh para anggota MWA yang hadir, anggota Senat Universitas, sivitas akademik Unhas, dan para undangan. Acara ini juga dihadiri puluhan tamu undangan istimewa seperti pimpinan kepala daerah se-Sulawesi, Bupati dan Wali Kota Sulsel, pimpinan BUMN dan Swasta, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, serta kepala SKPD Sulsel.

Di jajaran tamu undangan, tampak hadir Gubernur Sulawesi Barat, Wakil Gubernur Gorontalo, Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi, Panglima Komando Operasi AU (Pangkoopsau) Wilayah Sulawesi, beberapa Bupati, dan beberapa Rektor.

“Pada hari ini, Jumat tanggal 27 April 2018, saya Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Hasanuddin dengan ini secara resmi melantik saudari Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA sebagai Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2018-2022. Saya percaya bahwa saudari akan melaksanakan tugas dengan sebaik-sebaiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Allah Subhanallahu Ta’ala Tuhan Yang Maha Esa bersama kita,” lantik Profesor Basri Hasanuddin.

Usai pelantikan tersebut, Ketua MWA mengambil sumpah jabatan rektor yang didampingi oleh seorang Rohaniawan untuk mengangkat kitab suci Al Quran sebagai saksi pengambilan sumpah tersebut. Prosesi ini berlangsung hikmat. Ratusan hadirin yang memenuhi kursi baruga tampak serius menyaksikannya.

Dalam sambutannya, Prof Basri Hasanuddin mengatakan bahwa sejak 2017 lalu Unhas telah bertransformasi sebagai PTNBH yang pengelolaannya berdasarkan prinsip akuntabel, transparan, nirlaba, efisien, dan efektif. Tranrsformasi ini menghadirkan tiga organ utama, yakni Rektor yang berfungsi sebagai eksekutif dan CEO Unhas, Senat Akademik yang bertugas mengawasi kegiatan Rektor di bidang akademik, dan MWA yang merupakan organ yang beranggotakan 19 orang. “Statuta Unhas menjelaskan bahwa tugas dan wewenang MWA antara lain mengangkat dan memberhentikan rektor,” ujar Basri Hasanuddin yang juga mantan Duta Besar RI untuk Republik Islam Iran.

Basri Hasanuddin menambahkan, acara pelantikan Rektor ini adalah sesuatu yang istimewa.

Pertama karena Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu merupakan Rektor pertama yang akan menakhodai empat tahun dalam status Unhas sebagai PTNBH.

Keistimewaan kedua, untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilihan rektor di Unhas telah dipilih secara musyawarah mufakat atau aklamasi pada rapat paripurna MWA.

Ketiga, Prof Basri Hasanuddin selaku ketua MWA merasa sangat istimewa dan terhormat karena sebagai Rektor kesembilan Unhas telah ditakdirkan untuk melantik dan mengambil sumpah Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu sebagai Rektor Unhas ke-12.

*Tantangan Unhas Kedepan*

Dalam acara pelantikan ini , Menristek Dikti Mohammad Nasir ikut memberikan pidato sambutan. Nasir menyatakan dalam pidatonya, tanggung jawab seorang rektor di era disrupsi teknologi informasi saat ini makin berat. Dia mengatakan seorang rektor harus melakukan inovasi-inovasi dan perubahan dalam mengarungi persaingan sekarang.

Unhas sebagai universitas yang bercita-cita menjadi world class university, menurut Menristek Dikti, memiliki sejumlah tantangan, di antaranya Unhas harus meningkatkan publikasi internasional, sitasi dimana publikasinya dapat dijadikan referensi internasional, dan melakukan *staff mobility*, yakni bagaimana dosen-dosen Unhas dapat mengajar di perguruan tinggi di luar negeri, atau dosen asing dapat mengajar di Unhas itu sendiri.

“Dari 4579 perguruan tinggi, hanya ada tiga (UI, UGM, ITB) yang bisa masuk di kelas dunia, masuk 500 besar, yang lainnya masih di bawah 500 besar dunia. Saya sangat berharap Universitas Hasanuddin adalah pintu gerbang di Indonesia Timur yang akan memelopori menjadi universitas di kelas dunia di masa depan,” ungkap Mohammad Nasir.

Acara pelantikan Rektor Unhas berakhir dengan sesi ucapan selamat dan jabat tangan para tamu undangan kepada Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu sebagai Rektor Unhas periode 2018-2022. (HD)

Please follow and like us:
0

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*